Iklan

Ketika Sebuah Media Online Nasional Cenderung Serampangan Dalam Membuat Judul

Sete Gibernau plus Livery Movistar

Sete Gibernau plus Livery Movistar


Nyobamoto.com – Bro Sis …
Beberapa hari kemarin terlihat sedikit kehebohan di beberapa artikel rekan-rekan blogger dan tentunya ini berawal dari sebuah judul yang dirilis oleh sebuah media online nasional yaitu OTOSIA.COM. Redaksi OTOSIA.COM merilis artikel yang sedikit mempunyai arti berbelok atau ganda dan terlihat seperti “meremehkan” Kang Wahid Efendi yang sering di jagad per-bloggeran dikenal dengan nama Mas Sayur. Saya tidak membahas sebagaimana sudah banyak rekan lain lontarkan yaitu ikut menyayangkan dengan judul artikel pada OTOSIA.COM tersebut. Melainkan sekedar ikut mengingatkan bahwa sangat disayangkan kalau sampai terlihat menghina dan pada akhirnya konsekwensinya adalah permohonan maaf (mungkin) ke mas Sayur melalui email. Hemm…

Kopdar CBR250R

Kopdar CBR250R


Semua adalah berawal dari sisi bisnis dan kegemaran saja. Tapi sangat disayangkan judul awal artikel yang saat ini sudah “diperbaiki” terlihat tidak melihat kenyataan yang ada. Adalah hal lumrah bahwa pada setiap bisnis kadang ada ikatan kontrak dan saat lain lepas atau putus kontrak. Hal ini relatif biasa, tapi pada kasus diatas terlihat bila sepertinya Kang Wahid Effendi salah dalam hal pemasangan livery atau striping pada motornya, karena tidak mampu membeli livery asli yang melekat pada produk asli saat ini pula. Ini yang paling sangat disayangkan…
Honda CBR250R Mas Sayur versi Movistar 02

Memang untuk beberapa penikmat balapan saat ini (penonton motoGP), beberapa akan selalu mengindentikkan antara livery standart dengan produk saat ini pula. Bahkan secara sepintas warna orange (orén) diidentikkan dengan tim Honda. Merah selalu diidentikkan dengan Ducati, dan biru dengan tim Yamaha. Padahal tidak selalu begitu brosis. Bisa jadi itu memang warna kebesaran dari tiap tim, tapi berkaitan dengan sponsor atau livery yang ada tidak akan selamanya seperti itu.

Seperti diatas yang terlalu vulgar bila menyebut orang tak mampu beli sehingga motor dipasang stiker atau livery itu, padahal bukan itu kondisi utamanya. Melainkan lebih pada kesenangan saja. Sementara pada kenyataannya yang dituduhkan juga sangat lemah faktanya. Kita bisa lihat dari Google…bahwasanya Livery Movistar yang saat diributkan kali ini justru pada masa lampau sudah terpasang pada motor-motor Honda. Sehingga wajar saja kalau hal ini terulang pada masa ini, dan itu sah-sah saja pada pemilik motor yang “sekedar” merubah pewarnaan motornya.
Dani Pedrosa saat masih di GP250

Dani Pedrosa saat masih di GP250


Dani Pedrosa pada balapan GP250 dahulu juga pernah dengan sponsor Livery Movistar.
Sementara juga masih sangat kuat dibenak kita pebalap Honda Sete Gibernau juga menggunakan Livery Movistar pada Honda RC211V nya.
Trus mengapa saat ini…ada CBR250R punya Kang Wahid Effendi atau mas Sayur menggunakan livery Movistar menjadi polemik? Biasa saja dan bebas seharusnya….dan judul pada artikel di OTOSIA.COM tidak seharusnya terkesan menghina seperti itu. Bahkan kalau kita buka google dengan keyword repsol, maka yang menggunakan repsol ya tidak hanya motor Honda saja seperti saat ini terpasang pada CBR dan Blade…bahkan motor Yamaha Byson dan Bajaj Pulsar juga ada yang menggunakan livery Repsol. Sebaliknya ada beberapa motor lain juga menggunakan livery Movistar seperti CBR250R Mas Sayur tersebut.
Dani Pedrosa

Dani Pedrosa


Walhasil semoga kedepan tidak ada lagi hal yang terjadi semacam artikel OTOSIA.COM. Karena kegemaran atau kesukaan seseorang selama tidak merugikan orang lain saya kira sah-sah saja…
Semoga sudah selesai masalah Mas Sayur dan OTOSIA.COM

Bonus :

Byson Repsol Mini shroudnya berlogo Sayap Kepak :D

Byson Repsol
Mini shroudnya berlogo Sayap Kepak 😀

Pict : from bakulkangkungjpr1.com dan Google
Artikel Terkait

Iklan

About Mas Wiro

Sedang belajar semua hal, terlebih belajar fotografi :) Baik dalam kesempatan perjalanan atau sharing dengan teman-teman... Semoga ada ilmu yang bermanfaat buat saya pribadi dan semuanya

Posted on 8 September 2015, in Attitude, Opini and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. saiki jurnalis sik enek kode etik jurnalistik we ngono, opo meneh sik dudu jurnalis, sansoyo serampangan.. yo kasus e meh koyo moge mocil.. yen moge gawe kleru, akeh sik protes, yen mocil kleru, munine mohon dimaklumi..
    aku mencoba seko sudut pandang lain mbah.. semoga iso dadi pelajaran nggo kabeh.. ben ra terulang.. lakyo mesakne nek korban e dudu wong melek dunia maya ngono mbah..

  2. Suzuki pernah kok livery repsol.. ngga salah.. yang salah itu mental nyinyir, kondisi orang lain kok dinyinyir utk kepentingan rating?..ah sudahlah yang penting dunia bloger damai sejahtera mas sayur kembali ceria..kasian yg shopping dagangannya ntar dijutekin hehe

Monggo Opini-nya Bro Sis, Bebas & Sopan Aja :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: