Iklan

Etape 2 : Zona Ekstrim Kahyangan – Tanah Goyang dan Telaga Ngebel

Jatimotoblog Ponorogo 00
Nyobamoto.com – Bro Sis …
Melanjutkan turing silaturrahim dan halal bi halal Jatimotoblog sebelumnya disini, pada minggu pagi usai sholat Subuh kita semua mulai bangun dan bergiliran mandi. Kalaupun ada yang agak molor bisa dipastikan itu adalah admin pertamax7.com si Irfan. Hampir tiap iven bersama dia mesti molor 😀 usai mandi dan manasi kendaraan masing-masing kita menghabiskan sarapan yang dipersiapkan oleh pihak hotel. Setelah itu berkemas dan check out. Berjajar rapi di depan hotel mempersiapkan segala sesuatunya untuk perjalanan hari ini.

image

Asyik spotnya

Berangkat dari hotel menyempatkan mampir di bengkel karena milestone Ndas minta minum. Ready…kita lanjut untuk menitipkan mobil storing… uppss… pick up Juragan Warung DOHC di tempat yang mudah diambil, karena mereka akan menggunakan motor trail untuk acara ini.
Sekedar diketahui peserta yang ikut adalah :
– Amama Ali – roda2blog.com (tuan rumah)
– Heri Setiawan – setia1heri.com
– Irfan Luthfie – pertamax7.com
– Fauzi NC – fncounter.com
– Arif Rakhman – arifdadot.com
– Aziz Majid – warungdohc.com
– Yusuf Pamungkas – traktordohc.com
– Agus – motomazine.com
– Priyo – versussurabaya.wordpress.com
– Hendy – johnhendyofmars.wordpress.com
– Wiro SP – nyobamoto.com

image

Istirahat sejenak, setelah ganasnya rute

Tak dinyana dan tak diduga, tuan rumah ternyata sudah mempersiapkan rute atau medan jelajah yang cukup ekstrim brosis. Apalagi diantara rombongan kita terdapat 3 motor matic termasuk punya tuan rumah. Jalan yang dilalui tidak lagi bagus saat seperti masih di kota Ponorogo-nya. Semakin keluar kota semakin parah saja jalannya. Apalagi daerah yang kita tuju juga semakin tinggi. Saat merayap makin tinggi mas Amama memerintahkan boncenger saya untuk pindah menjadi boncenger Irfan yang motornya memang lebih kuat. Usai melalui beberapa perkampungan dan jalan makadam yang juga berdebu kita melewati sungai kecil untuk naik lagi ke daerah Kahyangan. Benar saja, rute kesini kalau boleh jujur hanya cocok untuk motor Aziz yang trail, sementara yang lain cukup menderita dengan kondisi medan ini. Tapi terlanjur niat ya dilalui saja medan yang berat ini. Bahkan beberapa kali bau gosong tercium dari beberapa motor rombongan kali ini.

image

Titik nyerah. Tak bisa lanjut ke Kahyangan

image

Berfoto sebelum balik kanan

Menyempatkan diri untuk berpose sebelum akhirnya kembali turun. Bagaimanapun keinginan kita untuk naik ke Kahyangan tapi tidak mungkin meninggalkan motor-motor yang sulit naik ke atas. Beberapa motor kita tidak bisa dipaksa di medan yang bukan peruntukannya. Hemm…terpaksa istirahat dan take a pict saja sekitar setengah jam sebelum akhirnya kita turun melewati jalan berdebu untuk destinasi selanjutnya di Tanah Bergoyang.

image

Berfoto di Tanah Goyang

Masuk kesana kita dianjurkan untuk memarkir kendaraan di halaman salah satu penduduk. Hanya Aziz yang menggunakan motor Viar trail saja yang kesana bawa motor 🙂 apalagi melewati pematang dari beton tiang listrik itu. Sementara yang lain jalan kaki dan menikmati berbecek-becek sekaligus mencoba kondisi tanah goyang. Dan memang tanah disini “bergoyang”. Entah definisi apa yang tepat karena kita hanya memperkirakan mengapa tanah tersebut bergoyang. Bahkan ArifDadot sempat terjerembab hingga hampir lutut dan sulit untuk mencabut sepatunya yang terbenam. Saat dirasa cukup kita undur diri dan sekaligus melakukan sedikit bakti sosial dengan membersihkan sampah-sampah bungkus nasi dan air mineral yang cukup berserakan disana.

image

Kang Ndas Heri & Mas Fauzi

Usai kita menuruni jalan untuk menuju ke destinasi berikutnya. Setelah sampai kita ternyata berhenti karena ada 3 rekan yang memisahkan diri karena ada acara tersendiri. Aziz (warungdohc), dan Yusuf (traktordohc) harus lanjut ke Yogya karena membawa mobil pick up plus equipment yang baru di beli di kota Malang.
Sementara Agus (motomazine) ada keperluan lain sehingga tidak bisa meneruskan kegiatan bersama.

image

Menu makan siang, soto ayam 🙂

Akhirnya setelah perjalanan cukup menanjak lagi kita menyempatkan diri makan di sebuah sudut kecil warung yang kita memesan soto untuk mengisiatah makan siang. Usai makan dan minum kita diarahkan untuk menikmati sensasi mandi air (cukup) panas untuk mandi. Tuan rumah langsung memimpin mandi air yang kita anggap bercampur belerang tersebut. Kang Amama, Irfan, Priyo, Hendy dan Arif mandi dan lainnya menunggu sembari jeprat-jepret.

image

Mejeng dulu

Usai mandi disana kita langsung gass ke Telaga Ngebel. Sesampai disana kita matahari sudah condong kearah barat. Menikmati kopi hangat dan mie dalam cup akhirnya ambil beberapa kali jepretan. Sholat Jama’ untuk Dhuhur dan Ashar selesai, akhirnya kita turun kembali ke Ponorogo. Hemmm…

image

Dan disini rombongan berpisah lagi. 3 motor mengarah ke Surabaya sementara 4 motor mengarah ke Ponorogo. Usai mblakrak Jatimotoblog hari Minggu itu. Kita siap kembali ke kota masing-masing.

image

Sesaat sebelum cabut dari Telaga Sarangan

Sampai jumpa next event…
Empat bulan kedepan adalah ultah Jatimotoblog ke empat. Akan ada kumpul-kumpul lagi bersama member yang biasanya lebih lengkap dan besar 🙂

Asyik bukan brosis ?
Ayo yang mau gabung kegiatan mendatang 🙂

Pict : dok pribadi dan member Jatimotoblog
Artikel Terkait

Iklan

About Mas Wiro

Sedang belajar semua hal, terlebih belajar fotografi :) Baik dalam kesempatan perjalanan atau sharing dengan teman-teman... Semoga ada ilmu yang bermanfaat buat saya pribadi dan semuanya

Posted on 27 Agustus 2015, in Blog, Blogger, JatiMotoBlog, Komentator and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 21 Komentar.

  1. Numpang absen mbah, lama ngga mampir. Jadi ingat ngebel, dulu, mpm madiun area sering ngadain acara disitu

  2. Alhamdulillah untung gak jadi ikut mbah. Bayangkan kalo saya dan istri ikut (sedang hamil muda) pasti tidak akan bisa mengikuti agenda dengan medan se extrim itu. Apalagi kita menggunakan metic. Sebenarnya kalo acara paguyuban dengan tema seperti diatas bagi saya pribadi kurang mengena karena tidak bisa mengakomodir peserta yang ingin ikut. Seakan memaksakan kehendak pribadi sang tauan rumah untuk gass ke kahyangan. Saya paling suka konsep di gresik dan kediri kemaren. Paling tidak yang datang banyak karena acara humanis dan sukses. Tidak hanya 6 gelintir orang saja. hehehehe :v

    • Yang datang 12 orang…
      Kan memang kalo ultah beda acara…

      Mosok tiap 4 bulan sama saja ?
      Kan beda2… 🙂

      • iya cuman saya melihat antusias rekan rekan blog yang lain tidak semeriah acara – acara sebelumnya. Mungkin bisa berkaca dari konsep dan tema agar kita semangat gass ikut acara jatimotoblog. Ya untung saja saya tidak ikut mbah.. kalo gitu kan bisa kuciwa. paling tidak sifat akodatif yang menajdi organisasi itu ramai anggota.

        • Memang terserah kok ikut atau nggak…
          Apalagi kalau pas teman ada yang kerja kan gak bisa maksa
          Hanya yang mau saja…dan kebetulan pas ada rizki
          Mau tapi pas keuangan menipis kan juga tidak bisa dipaksa

          Jadi intinya gak masalah saja…

          • Iya memang terserah mbah, cuman ya kalo sedikit yang ikut kan bisa dibilang kurang meriah dan kurang sukses getooo. Bukan masalah keuangan, Saya yakin rekan jatmotoblog kalo hanya buat touring dan sewa hotel semalam mah eciiss banget. Yang gak mendukung adalah waktu dan kondisi tema sebuah acara.

Monggo Opini-nya Bro Sis, Bebas & Sopan Aja :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: