Iklan

Indonesia BBM Bersubsidi Jenis Premium Paling Mahal di Asia Tenggara?

wpid-20141117223403.jpg
Nyobamoto.com-Masbro Mbaksis…
Per tanggal 18 Nopember 2014 pukul 00.00 seperti yang disampaikan Presiden Jokowi, harga BBM jenis premium atau yang disebut bensin naik dari Rp. 6.500,-/liter menjadi Rp. 8.500,-/liter. Begitu juga dengan solar yang sebelumnya dibandrol Rp. 5.500,-/liter menjadi Rp. 7.500,-/liter. Menurut sambutan Jokowi, kenaikan ini adalah pengalihan biaya konsumsi yang dialokasikan menjadi biaya produksi. Dan harapannya semoga hal ini benar-benar terealisasi pada saat ini sebagaimana yang menjadi kampanye dan sambutan pak Jokowi.

Presiden Jokowi Menyampaikan Kenaikan Harga BBM
Sebagai orang yang berusaha belajar mandiri tentunya kita harus bekerja dan tidak menggantungkan semuanya kepada pihak lain, dalam hal ini dibantu atau di-subsidi secara terus menerus. Sudah saatnya kita lebih mandiri dan tidak selalu “mengemis” pada semua hal yang berkaitan dengan kehidupan kita. Dan yang saat ini sedang ramai diperbincangkan adalah kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang subsidinya dikurangi, dan dialihkan untuk keperluan lain. Itulah inti sambutan dari Preside Jokowi.

Tapi benarkah kebijakan ini sudah tepat?
Menghapuskan subsidi dan tidak membiasakan rakyat menjadi tergantung adalah benar. Tapi saat mana hal ini diterapkan, itulah yang seharusnya juga diperhatikan. Sedikit patut disayangkan adalah kenaikan atau penyesuaian ini justru dilakukan pemerintah saat harga minyak mentah sedang turun. Pada periode beberapa bulan lalu masih diatas US$100/barel, sementara saat ini dikisaran US$77-80/barel. Sehingga pemerintah kabinet KERJA yang dipimpin Jokowi tidak bisa menggunakan alasan mengikuti harga minyak dunia. Dipilihlah menggunakan bahasa yang lebih halus, yaitu subsidi dialihkan untuk biaya sektor produktif, dan bukan konsumtif (mendanai subsidi BBM).
Irit BBM 2
Dengan harga baru yang dibandrol pada Rp. 8.500,- untuk oktan 88 (premium) maka saat ini premium atau bensin kita lebih mahal bila dibandingkan (contoh) Malaysia. Malaysia yang menggunakan oktan 95 harganya sebesar 2,30 ringgit atau sama dengan Rp. 8.400,-/liter. Itu untuk harga bahan bakar subsidi. Sementara untuk bbm non-subsidi atau pertamax seharga Rp. 10.200 s/d 10.500,-/liter dan pertamax plus seharga Rp. 11.600 s/d 12.000,-/liter.
Jelas…harga-harga ini lebih mahal dibanding Malaysia. Apalagi di negara tetangga tersebut tidak ada oktan 88 seperti yang naik tadi malam. Sementara untuk di Singapura dan Thailand, mereka hanya mengenal oktan 91, 92 dan 95, jelas tidak ada oktan 88 !

JOKOWI Joko Widodo, Gubernur DKI

JOKOWI
Joko Widodo, Gubernur DKI


Hemmm…gimana nih brosis?
Dengan kondisi tertentu sudah seharusnya kita tidak tergantung dengan subsidi. Disisi lain kita mengharapkan pemerintah dengan jargon kerja…kerja…kerja…juga benar dalam pengambilan keputusan ini. Nasi sudah menjadi bubur, dan palu sudah diketukkan. Semoga ini bukan karena politik, tapi memang karena suatu yang sangat penting. Bagaimana menurut brosis? Monggo komentarnya…

Pict : from Google

Iklan

About Mas Wiro

Sedang belajar semua hal, terlebih belajar fotografi :) Baik dalam kesempatan perjalanan atau sharing dengan teman-teman... Semoga ada ilmu yang bermanfaat buat saya pribadi dan semuanya

Posted on 19 November 2014, in Opini and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 49 Komentar.

  1. Padahal pendapatan dr sektor pajak kan banyak ya… harusnya bbm bisa murah… alokasi apbn bisa diambil dr pajak yg begitu byknya… apa2 skrgkn kena pajak, trs duit pajak kmn..

  2. darsonogentawangi

    kerja kerja kerja !
    Naik naik naik !!!

  3. Ada bagusnya pengalihan biaya (subsidi) konsumtif menjadi ke biaya produktif, cuma disesalkan kenaikannya bukan pada saat momen yg tepat..
    Kalau dilihat harga minyak bisa “bounce” bisa jd titik terendah sebelum naik kembali krn kebutuhan musim dingin. Inipun Dengan catatan harga berdasarkan harga minyak dunia dan pasokan di sejumlah negara. Cuma indonesia berdasarkan ICP, gak tau kalau hitungan begitu.

  4. Pertama kali dalam sejarah 😆
    Minyak dunia turun tapi harga BBM kita naik…

    Alasannya kurang greget, memang dulu-dulu waktu naikkan BBM dipakai apa? Kan sama semua alasannya “subsidi dialihkan untuk biaya sektor produktif” 😆

  5. Terlepas dr harga dan daya beli

    Bisa jadi yg beredar nantinya sudah bukan ron88 mbah…

    Atau memberi jarak selisih dekat dengan pertamax atau ron diatasnya supaya banyak yg beralih ke pertamax melihat selisih sedikit dan manfaatnya dlm mendukung kinerja mesin bensin yg lebih baik lagi…

    Atauu…. atauu yang lainnyaa…

    :mrgreen:

    • Bisa jadi…
      Tapi namanya penipuan itu kalau pemerintah atau pertamina tidak
      mengganti angka 88nya ke atas…apalagi kalau sampai ada yg menyelidiki
      seperti LSM atau sebuah lab swasta independen…

      Belum lagi akan diketawakan oleh kompetitor dari negara lain
      Seperti Shell, Petronas dll. Bahwa ternyata pemerintah ke rakyatnya
      aja masih terus menipu…masak membanggakan hal begitu…

      • Wah…kalo ketahuan sih mbah…

        Kalo ndak juga ndak merugikan karena beli premium dapatnya pertamax… #eeeh

        :mrgreen:

        • Kalau orang Indonesia tipu² dan dapat lebih baik sih diem aja
          Tapi dampaknya bisa jadi operator bbm luar negeri makin joss saja
          karena dia memberi yg lebih baik…lha Indonesia pancet menulis 88
          ngengkel rumongso bener…yo negoro liyo sing seneng…

          • Wah lak kuwi ra ngerti mbah…
            Ben dipiker ahlinya…

            Toh dengan ron88 yang notabene dinegara tetangga ndak ada, ternyata masih bisa juga membuat kinerja mesin bensin masih optimal dan masih banyak yang menggunakan meski ada petunjuk penggunaan bahan bakar non timbal di kendaraannya karena masih murah…

            Tetep makek dan beli premium kan ujung2nya…

            😆

            • Itu karena murahnya…
              Bukan karena ngerti oktan berapa-berapa…
              Coba langsung hapus 88 dan langsung persis seperti negara ASEAN
              akan lain permasalahannya…

            • Ron 88 membuat kinerja mesin optimal gundulmu kuwi… pernah pk motor sport yg digeber 13rb rpm pk ron 88 rasane gmn..? sperti mau pecah oon..

  6. Populasi pemakian kendaraan berbensin subsidi di Indonesia dibandingkan negara lain?

    Hutang Luar Negeri Indonesia dibanding negara lain?

    Infrastuktur untuk Distribusi Bensin apakah merata keseluruh pelosok Indonesia dibanding negara lain, apakah semua warga negaranya sudah mendapat keadilan Bensin dengan tidak kekurangan supply dan mendapat harga Bensin yang kurang lebih sama?

    Note: Infrastuktur yang tidak memadai akan menyebabkan High Cost dalam transportasi(pengiriman) yang akhirnya menyebakan kenaikan Barang yang sangat signifikan di beberapa daerah yang sulit terjamah dan akan meningkatkan kemiskinan didaerah tersebut.

    Setuju untuk tidak demo, subsidi bukanlah hak, tetapi bantuan yang selama ini diberikan oleh negara, jika sekarang negara mengurangi atau mengalihkannya ke sesuatu yang lebih bermanfaat bagi pembangunan Negara tentunya itu haknya untuk mengatur demikian. Subsidi yang sumbernya dari hutang kok dianggap hak.

  7. Ijin nyimak mas.

    Tips Ampuh dan Mujarab Dalam Menyikapi Kenaikan Harga BBM – Sudah Terbukti, Silahkan Dicoba | prasetyo676.com
    http://prasetyo676.com/2014/11/19/tips-ampuh-dan-mujarab-dalam-menyikapi-kenaikan-harga-bbm-sudah-terbukti-silahkan-dicoba/

  8. ra urus mbah pokoke gasss.. ra nduwe duwet njaluk jokowi ae… duwit 200 T kui rong ulan ngundakno… nek setahun kari pengno mbah. ngoaahahha

    http://nivikoko.com/2014/11/19/skutik-yamaha-mau-unggul-dari-honda-hilangkan-nama-mio-karena-brand-imagenya-udah-jelek-dimata-konsumen/

  9. kalo harga minyak dunia turun maka harga bbm malah turun itu kan bagi negara yang tidak mengenal istilah subsidi bbm mas bro, saya mendukung pengalihan subsidi ini ke sektor yang lebih produktif, coba mas bro ke spbu, amatin berapa banyak mobil bagus yang membeli bbm premium yang jelas bukan haknya, itu yang buat pemerintah mengurangi subsidi, soalnya alokasinya ternyata malah mensubsidi yang kaya, masih menolak bbm dinaikkan, mari diskusi dengan saya…. 8520A07,

    Yuyus Aripiyanto-Surabaya

    • Di sebuah kolom komentar kemarin
      Saya bahkan setuju kalaupun harga naik
      5000 rupiah…tidak sekedar 2000

      Tapi masalahnya…
      Чªήğ 2000 ini berpengaruh langsung terhadap rakyat kecil…
      Orang bermobil sekelaa CRV keatas nggak mikir dan Ǧ̩̥äķ bingung
      Walaupun premium oktan 88 dihilangkan…

      Itu masalahnya masbro…

      • Memang jelas berpengaruh…. Justru itu ada BLT.
        Yang terkena dampak siapa…..??? Rakyat kecil
        Yang dikasih BLT siapa….???
        Rakyat kecil…..
        Cara ini dianggap lebih tepat sasaran dri pada subsidi BBM

        • wah lucu dong. taun kemaren pdip paling getol menolak adanya BLT yg katanya menyogok rakyat kecil. hla sekarang malah menerapkan? g konsisten ama sikapnya dong 😀

    • Monggo diskusi disini saja…
      Sehingga menambah informasi buat saya dan
      rekan-rekan Чªήğ lain…

      Btw, thanks sudah mampir disini 🙂

    • Bro ini bukan hanya masalah yang membeli siapa , tapi dampak dari kenaikan BBM sudah pasti kenaikan harga – harga yang lain terutama sembako.

  10. memang aneh rasanya… kalo bbm beroktan tinggi (minimal 92) harganya mahal ya wajar, lha ini bbm oktan 88 harganya malah plg mahal se asia tenggara

    kadang saya bertanya2, kira2 premium oktan 88 kalo bener2 bersih tanpa subsidi dijual harga brp ya? krn yg sekarang ini ‘katanya’ masih disubsidi pemerintah, hanya jumlah subsidinya dikurangi. kalo harganya cm selisih tipis ama pertamax berarti selama ini rakyat bener2 dibodohi

  11. nganu masbro…..gak sido wess… 😀

  12. wah lucu dong. taun kemaren pdip paling getol menolak adanya BLT yg katanya menyogok rakyat kecil. hla sekarang malah menerapkan? g konsisten ama sikapnya dong 😀

  13. BBM ( Bola Bali Mundhak ) silahkan kunjungi website kami di http://www.jayaantikafurniture.com/ jika tertarik dengan salah satu produk kami silahkan hubungi kami di jeparacarving@yahoo.com atau hp di 081390433160 dan pin bb di 76606632

Monggo Opini-nya Bro Sis, Bebas & Sopan Aja :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: