Iklan

Valentino Rossi Kecewa dan Pasrah Dengan Kondisi M1 yang “Inferior”?

Valentino Rossi CoTA-Austin 2014
Nyobamoto.com-Masbro mbaksis sekalian…
Saat blogwalking dan mampir di warung ijo punya Wak Haji Taufik, saya sempat tercenung dengan salah satu artikel yang mengangkat masalah statement sang Legenda Hidup balap prototype Valentino Rossi disini. Dari artikel tersebut wak Haji Taufik dapat dipilah-pilah tentang isu yang hangat dan paling dibicarakan. Tapi dari semua itu ada satu topik yang cukup membuat mengernyitkan dahi, manakala seorang Valentino Rossi “terlihat pasrah” dengan kondisi motor pacuan motoGP saat ini.

Valentino Rossi dengan Galbusera

Valentino Rossi dengan Galbusera


Jelas terpampang disana pro-kontra dari komentator seperti biasanya. Tapi bukan itu yang menjadi inti permasalahan. Ini sedikit yang nyobamoto.com renungkan :
1. Benarkah Valentino Rossi mewakili keseluruhan pebalap motoGP, bahwa mereka tidak setuju dengan adanya elektronik tersebut?
2. Benarkah mekanik pribadi Rossi yang dikepalai pak Galbusera dan enjiner Yamaha kerepotan terhadap tuntunan duo pebalapnya? Mengingat selama ini mereka yang meminta YFR agar motornya lebih kompetitif.
3. Apakah statemen Rossi ini tohokan halus terhadap Yamaha secara korporate, untuk menyediakan motor yang lebih baik lagi?
4. Ataukah isu ini sama persis dengan yang dilontarkan oleh Casey Stoner? Karena saat mundurnya Stoner juga tidak setuju dengan terlalu banyaknya piranti elektronik.
The Doctor Valentino Rossi, mumet

The Doctor Valentino Rossi, mumet


Saya kira 4 hal diatas adalah pokok utama yang kita bahas kali ini. Kita coba singgung satu-persatu.
1. Casey Stoner-lah yang paling berani dengan mundur dari motoGP, saat dia bilang tidak setuju dengan piranti elektronik yang “terlalu banyak”. Sementara pebalap yang lain diam, tidak ada yang sependapat dengan Stoner. Bahkan Stoner dianggap cemen atau tidak berani membalap lagi karena berkeluarga.
2. Mekanik dan enjiner di motoGP adalah mekanik-mekanik top. Mereka jelas punya kapabilitas dan tidak mungkin tidak mampu untuk set up motor-motor pacuan motoGP.
3. Kalau yang ketiga, bisa jadi ini adalah tuntutan halus dari seorang The Doctor terhadap tim yang menaunginya, yaitu Yamaha Factory Racing selaku tim maupun pabrikan Yamaha selaku penyedia motor YZR M1
4. Secara isu bisa jadi sama, tapi ntah benar begitu…karena hanya Valentino Rossi dan Tuhan yang tahu 🙂

Gimana brosis kalau menurut sampean semua?
Itu hanya opini nyobamoto.com. Tentunya sampean punya opini lainnya. Monggo dituliskan di kolom komentar 😀

Pict : from Google
Related Posts

Iklan

About Mas Wiro

Sedang belajar semua hal, terlebih belajar fotografi :) Baik dalam kesempatan perjalanan atau sharing dengan teman-teman... Semoga ada ilmu yang bermanfaat buat saya pribadi dan semuanya

Posted on 17 Juli 2014, in motoGP and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 31 Komentar.

  1. wlau bagaimanapun dimotogp teknology mrp salah satu kunci kesuksesan setelah si pembalap krn dikelas para raja bukan cm unjuk skill balap saja tp jg unjuk teknology…

    • Betul masbro…
      Saya rasa khusus motoGP, berbeda dengan WSBK
      Чªήğ adalah motor maspro…

      MotoGP benar2 prototype…
      Dan teknologi adalah penopangnya…

  2. wis taaaaaaaau kalah karo stoner
    bahkan hayden
    eh jaman di ducati juga

  3. lho…aneh deh
    setau saya stoner mundur karena bnyak yg tdk mngakui kmnangannya…dan alasan yg dkemukakannya mundur karena adanya ntor non prototype di mtgp(crt dan kedepanya pembatasan ini itu)

  4. makanya saya pilih yamaha, yamaha motornya ya malu deh gue (yamalube oli nya).

  5. 1. Benarkah Valentino Rossi mewakili keseluruhan pebalap motoGP, bahwa mereka tidak setuju dengan adanya elektronik tersebut?
    2. Benarkah mekanik pribadi Rossi yang dikepalai pak Galbusera dan enjiner Yamaha kerepotan terhadap tuntunan duo pebalapnya? Mengingat selama ini mereka yang meminta YFR agar motornya lebih kompetitif.
    3. Apakah statemen Rossi ini tohokan halus terhadap Yamaha secara korporate, untuk menyediakan motor yang lebih baik lagi?
    4. Ataukah isu ini sama persis dengan yang dilontarkan oleh Casey Stoner? Karena saat mundurnya Stoner juga tidak setuju dengan terlalu banyaknya piranti elektronik.
    ————————————

    — soale ada 4 . . . ini PR kapan dikumpulinnya pak guru ??

  6. Stoner gentleman resign dr motogp krn tdk setuju dg regulasi, drpd nurut tp banyak komplen.

  7. Kalau Rossi memang ingin mengurangi peran elektronik sampai 70%, gampang kok, tinggal dimulai dari motornya sendiri.

    Tapi menurutku Rossi cuma teringat masa lalu, seandainya perangkat elektronik sesedikit jaman dulu, krn dia punya pengalaman, harapannya bisa mengalahkan pembalap generasi sekarang. Justru Rossi lupa, krn umurnya, Rossilah yang sekarang paling butuh bantuan elektronik. Refleknya sudah beda dgn pembalap yang masih muda2. Makanya aku yakin, beda dgn Stoner yang berani mengurangi peran elektronik di motornya sendiri, Rossi tdk akan berani.

  8. wah posesif 😮

    ——————————————-
    Tentang Minyak Rem Motor
    http://rpmsuper.com/2014/07/18/waktu-ganti-minyak-rem/

  9. Jare wong jowo, Rossi mulai buyuten, greweli yen numpak banter-banter.

  10. moto gp kan adu teknologi, mulai mesin, elektronik sampe yg aneh” 😀 klo sisi pengembangannya di hilangkan apa bedanya dengan wsbk
    apakah ini adalah upaya untuk membendung teknologi honda yg semakin menggila :p
    who knows

Monggo Opini-nya Bro Sis, Bebas & Sopan Aja :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: