Iklan

Nyobamoto.com Nyoba Review Vario 110 FI Part 2

Tampak Depan Vario 110 FI

Tampak Depan Vario 110 FI


Nyobamoto.com-Masbro Mbaksis sekalian…
Setelah beberapa hari yang lalu saya share artikel review singkat motor adik, yaitu Vario 110 FI disini, kali ini adalah kelengkapan yang belum saya singgung pada Part 1, walaupun sejatinya sempat saya sampaikan di Part 1. Saya memang menunggu sekalian menggunakan motor ini untuk berputar-putar di dalam perumahan bila digunakan adik saya dan keluarga yang lain. Sementara kalau saya sudah saya bawa keluar baik beli bensin dan saya bawa kerja 😀 Hanya dengan demikian saya pingin tau segera tentang motor baru ini. Setidaknya apa yang saya ingin ketahui.


Konsumsi BBM Sementara
Dari foto diatas adalah saat pagi hari saya berangkat kerja. Kondisi jarum fuel meter menunjukkan merah parah :D. Tapi saya hafal dengan kondisi jalan dan kondisi motor yang kurang lebih sama dengan yang ada dirumah. Jangan ditiru brosis 😀 Dengan insting tertentu saya yakin bahwa kondisi jarum itu masih bisa untuk menempuh sekian kilometer dengan kondisi berkendara yang relatif tidak main betot-betot gas. Akhirnya saya membawa New Vario 110 FI ini ke SPBU langganan yang searah dengan perjalanan kerja saya. Nunggu antrian dan akhirnya terisi. Sayang tidak ada bukti print outnya. Tapi saya mengeluarkan uang Rp. 20.000,- dan pada displai pompas SPBU tertera angka 20.085

Saya menepi dan jepret dulu di halaman SPBU tersebut. Dari situ saya bablas ke tempat kerja. Sambil mencoba menghitung berapa raihan yang didapat motor ini. Disana tertulis 144,6. Dan setelah saya isi dengan premium Rp. 20.000,- maka diawal menepi tadi akhirnya saya mulai start saat odometer menunjuk 144,7. Kita coba utak atik ya masbro mbaksis…

Bensin atau Premium Rp. 20.000,-
Harga Premium Rp. 6.500,-
Berarti diisi 3,08 liter
144,7 km : 3,08 liter = 46.948 atau dibulatkan 47 km/liter

Ini hanya otak atik mathuk saja ya brosis. Saya tidak bermaksud menggunakan metode full to full dan sejenisnya. Ini hanya sekedar memenuhi rasa penasaran atas keingin tahuan saya terhadap konsumsi motor baru di rumah. Hal ini tidak dapat dijadikan acuan meski saya rasa ini fair bagi saya sendiri yang 75 % menggunakannya. Selebihnya digunakan oleh yang punya yaitu adik saya dan bapak. Sekali lagi mereka hanya di perumahan, kalau saya ya saya bawa keluar termasuk beli bensin/premium di SPBU dan juga kerja. Jelas riding style berbeda.


LED pada Headlamp
Saya lumayan suka, meski tidak nemen pada lampunya yang pada Vario 110 FI ini menggunakan LED. Cukup terang dan berwarna putih. Sayang lepas dari ekspektasi saya, yaitu ternyata sinarnya menyebar atau tidak fokus. Sementara motor lain dirumah lumayan fokus ke satu titik. Sehingga agak aneh saja dan kurang sreg. Kekurangan kedua adalah karena terlalu putih, maka saat penggunaan malam cukup enak tapi saat digunakan hujan atau gerimis lampunya serasa hilang. Ini sungguh cukup membuat tidak nyaman. Saya suka putihnya saat menyala, tapi langsung hilang manakala hujan, dan bisa jadi tidak safety saat penggunaan malam yang kebetulan hujan 😦
Bagasi Honda Vario 110 FI
Bagasi
Cukup jelas bahwa bagasi masih masuk perhatian AHM, sehingga pada Vario ini masih dipertahankan. Jelas sangat berguna keberadaan bagasi atau di Vario CBS disebut Utility Box (U-Box). Jas huhan, topi, sandal, sepatu dan beberapa barang lain muat dan masuk di bahasi ini.

Sementara itu dulu masbro dan mbaksis…
Monggo tanggapan sampean di kolom komentar.

Pict : from WiroDroid
Artikel Terkait

Iklan

About Mas Wiro

Sedang belajar semua hal, terlebih belajar fotografi :) Baik dalam kesempatan perjalanan atau sharing dengan teman-teman... Semoga ada ilmu yang bermanfaat buat saya pribadi dan semuanya

Posted on 14 Juni 2014, in Review and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 12 Komentar.

  1. Oh cahayanya nyebar ya mas,itu kalo coba metode pul tu pul gimana tuh mas,hehe mantap reviewnya… 😀
    http://warungasep.wordpress.com/2014/06/13/sketsa-motor-sport-fairing-kiriman-pemirsa-warungasep/

  2. Malah bagus yang menyebar, asal menyebarnya nggak ke atas lho ya. Krn kalau terlalu fokus ada satu titik yang terang, justru pupil akan mengecil, akibatnya di luar titik terang itu, jadi kelihatan sangat gelap.

    Coba deh perhatikan sinar lampunya mobil, atau motor yang pakai proyektor yang bagus, justru nggak ada satu titik yang terang, tapi malah menyebar rata.

  3. uirit yo 🙂
    kelemahan lampu putih ya itu sam, kena ujan, bablas 😆 …

  4. Ayo.. Ikuti Kompetisi Balap Online Michelin, berhadiah ikut balapan di Sepang
    http://stephenlangitan.com/archives/89533

  5. untuk antisipasi hujan,kasih tambahan lampu kabut di bawah kayak foglamp pada mobil,wehehhehehehe 😛

  6. iya sayang cuman di warna putih lampunya, seharusnya warna kuning seperti yg konvensional, sangat bahaya di daerah berkabut seperti rumah saya.

  1. Ping-balik: Kesalahan pemilihan warna lampu depan dari LED pabrikan jadi merugikan pengendara | Mengupas berita soal rider dan motor

  2. Ping-balik: Lampu depan dengan LED justru jadi merugikan pengendara karena pemilihan warna yang salah | Mengupas berita soal rider dan motor

Monggo Opini-nya Bro Sis, Bebas & Sopan Aja :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: