Iklan

Nyobamoto.com Nyoba Review Vario 110 FI (part 1)

Vario 110 FI White

Vario 110 FI White


Nyobamoto.com-Masbro Mbaksis sekalian…
Dalam seminggu ini ada 2 motor baru di keluarga saya brosis. Kalau masalah motornya sih semua saya yakin sudah pada tahu lah. Karena memang motornya sudah biasa riwa-riwi dijalanan. Semua milik adik-adik nyobamoto.com yang kelihatannya sudah semakin menjauhi motor manual dan lebih asik naik matik. Lha wong kota Malang saat ini juga sering macet. Apalagi kalau sudah berbau liburan, pastinya macet melanda. Dari ujung paling utara Kabupaten Malang yaitu Lawang sampai menjelang masuk kota Malang macet. Apalagi kalau banyak wisatawan akan berlibur ke kota Batu, waduh…alamat jalan merambat dan turun di bahu jalan. Makanya sangat benar sekali kalau yang dipilih matik. Setidaknya seperti itu 😀 Dan pilihan adik saya jatuh kepada Honda Vario 110cc FI yang akan saya share penampakannya kali ini dan satunya adalah Yamaha Soul GT. Agak lawas sih tapi baru kok 😀 :mrgreen:


Seperti biasa masbro mbaksis, ritual dalam keluarga saya biasanya saat menunggu STNK dan melakukan inreyen…maka bisa dipastikan saya yang pegang tuh motor. Sementara yang beli biar pakai motor lama saja. Biasanya dua minggu STNK turun baru dah dipegang yang punya. Sedikit saja nih saya nyempet-nyempetin moto saat sore pulang kerja. Dengan tinggi 165cm berat 80kg, hasilnya monggo disimak :
1. Secara penampakan body, motor ini lebih kecil dari Vario CBS Techno yang sudah ada sebelumnya. Relatif agak sama dengan motor Beat FI. CMIIW. P x L x T = 1.888 x 679 x 1.091 mm. Jarak ke tanah 140 mm, sedikit lebih tinggi dibanding Beat. Sayang tinggi jok hanya 734 mm, lebih rendah dibanding Beat. Sehingga bila dibandingkan dengan V-CBS Techno, saya merasa kurang nyaman. Karena jok terlalu rendah, sementara stang terasa tinggi. Sepertinya lebih cepat capek 😦 Tapi memang cocok untuk adik saya yang 155-160cm

2. Fitur standar pada matic Honda juga lengkap ada disini, SSS (Side Stand Switch), CBS (Combi Brake System) dan sebuah fitur baru ABS (Answer Back System). Khusus untuk ABS, ini bukan hal baru di kelompok motor keluarga saya, karena semua motor yang ada telah terpasang Alarm System, sehingga meski ada ABS sepertinya nanti juga akan tetap dipasang Alarm System yang fungsinya jauh lebih lengkap.


3. Motor produksi baru jelas sudah AHO. Tidak ada tombol ON/OFF seperti biasanya di motor non-AHO. Dan di Vario 110 FI ini menggunakan lampu LED untuk headlampnya. Cukup senang saat menggunakan motor ini pada malam hari dengan lampunya yang menyala putih (maaf tanpa foto). Dalam kondisi malam biasa mesti kurang fokus cukup terang. Tapi saya sedikit kecewa manakala kondisi hujan, sepertinya keunggulan lampu putih tadi seperti drop. Kurang sinarnya saat jalan hujan/basah. 😦
Tombol terintegrasi pada Vario 110 FI

Tombol terintegrasi pada Vario 110 FI


4. Kunci kontak terintegrasi dengan semua keperluan. Ini hal yang sangat saya suka. Selain Lock, Unlock, Seat, On. Tinggal diarahkan kemana sesuai keperluan. Butuh ke bagasi dalam tinggal putar tuas kunci ke arah seat, kemudian tekan tombol seat, maka otomatis jok akan terbuka.
Panel Dasboard Lengkap Standar Vario. Engine check sepelah kanan

Panel Dasboard Lengkap Standar Vario.
Engine check sepelah kanan. Indikator BBM analog


5. Engine check menyala kuning/orange di bagian kanan pada panel speedometer, saat kunci kontak diarahkan pada posisi ON. Suara mesin awal dihidupkan memang tidak seperti Beat karbu dahulu yang juga pernah ada, tapi juga tidak se-silent Vario 125 yang Desember kemarin juga masuk rumah. Jelas lebih mirip Beat FI yang sekarang, wong mesin juga sama. Dan tanpa radiator seperti di VCBS yang masih riwa-riwi saya pakai.
Tuas PBL (Parking Brake Lock)

Tuas PBL (Parking Brake Lock)


6. Rem CBS (Combi Brake System), smooth dan pakem. Lebih enak dibanding VCBS yang sudah lama. Entah karena baru atau memang sudah ada sistim yang disempurnakan.
7. PBL (Parking Brake Lock) sepertinya versi baru. Karena sangat mudah penggunaannya dibanding dengan PBL di motor-motor sebelumnya. Joss dah AHM.

Sementara itu dulu masbro mbaksis. Entah hal ini hanya repost dari yang sudah ada atau belum, yang jelas ini adalah versi nyobamoto.com.
Monggo bila ada yang perlu ditanyakan, nanti akan saya bahas pada part 2. Termasuk foto lampunya yang LED dan terang itu. Okee..??
Monggo tanggapan dan opininya di kolom komentar 🙂

Pict : dok pribadi
Artikel Terkait

Iklan

About Mas Wiro

Sedang belajar semua hal, terlebih belajar fotografi :) Baik dalam kesempatan perjalanan atau sharing dengan teman-teman... Semoga ada ilmu yang bermanfaat buat saya pribadi dan semuanya

Posted on 7 Juni 2014, in Review and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 66 Komentar.

  1. mantab josssssssss

  2. Fotone kok angelnya bagus semua ya… jadi cakep

  3. desainnya masih ada bau bau vario lama ya mas… pas bawa gimana rasanya mas, terutama pas di tikungan… serasa mau jatuh gak mas kalau tedlalu rebah… kalau beat fi… saya merasakan seperti itu….

    • Yupsss…secara desain jelas tetap mempertahankan
      desain lawas Vario karbu yang justru digemari itu

      Kalau rebah-rebah belum masbro,
      jalan belum lebih dari 60km/j. Tuh kilometer masih 58 😀

      Ntar di part 2 semoga ada tambahan 🙂

  4. “Dengan tinggi 165cm berat 8kg…”
    —-
    sing 8kg iki apane cak? :mrgreen:

  5. swiiip mas…ga peduli repost ato nggak,yang penting yang smpeyan review bener nyata ada motornya dan di pakai,nggak kayak yang laen cuma info saja,menurutku lebih valid review ini.

  6. Baru lg ey, handlingnya gmn om wir??

  7. wow nunggu artikel testride-nya mas, btw sayang juga yah fitur pendingin air (water-cooled) nya gak ada. padahal ciri khas vario dari lahir kan mesin berpendingin air.

  8. iki tah sing ketemu di depan kantor pajak?? lebih tua punya saia #eeh…keceplosan ding 😆

  9. wah nyobamotorrrr nih 😀 asekkk…makan makannya di tunggu 😀 😀

  10. aku kapan ya 😮

    ———————————————
    Bahaya Menaruh Helm Diatas Tangki
    http://rpmsuper.wordpress.com/2014/06/07/bahaya-menaruh-helm-diatas-tangki/

  11. Warlan Wahardi

    teras Stoplamp terlalu lancip/menjorok kebelakang, disamping riskan terbentur keras dari belakang juga kurang keren apabila dipandang dari sisi samping, idealnya disejajarkan denngan pegangan pada jok atau lebih dimiripkan dengan BEAT, saya kira lebih keren. Satu lagi yang kurang ; penambahan lebar bagasi masih tetap tidak bisa menyimpan helm standar, padahal hampir semua pengendara motor kalau parkir itu merasa was2 kalau helm cuma dicantelkan pada spion (terutama yg punya helm bagus dan mahal harganya).

  12. Mas bro gimana cara utk memutus system AHO pd vario 110 fi
    apakah hanya perlu d pindahkan saja fungsi lampu jarak jauh/dekat
    kabel warna apa saja yg d cabut kalo utk menukar fungsi lampu dekat mnjadi d saklar jauh

    • Pemutusan AHO seperti biasa mas…
      Hanya memberikan switch atau saklar on off saja
      Tapi mengingat ini akan mempengaruhi garansi, maka saya
      tidak menganjurkannya…lebih jelasnya silakan ditanyakan ke AHASS

  13. Mas cara kerjanya bisa di trangkan ngk? Alnya biar bisa di on off kan lampu depanya?

Monggo Opini-nya Bro Sis, Bebas & Sopan Aja :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: