Iklan

Bu Risma Dan Wakilnya Kontra Tentang Masalah Penutupan Dolly

Tri Rismaharini Walikota Surabaya

Tri Rismaharini
Walikota Surabaya


Nyobamoto.com-Masbro Mbaksis sekalian…
Gonjang ganjing di Surabaya nggak berhenti meski seorang pemimpin super sudah ada disana yaitu bu Risma yang menjabat selaku Walikota Surabaya ini. Banyak terobosan program dan hal-hal yang sanagt bermanfaat yang telah dirasakan langsung oleh Walikota super yang sering turun langsung menangani segala hal, dan tidak hanya retorika dari balik meja. Bahkan beberapa hari yang lalu juga sempat heboh karena marahnya bu Risma yang mengetahui bahwa Taman Bungkul yang telah rusak hanya karena ada promosi ice cream dari salah satu produsen tersebut. Taman yang menjadi salah satu icon kota SUrabaya itu ludes, karena bunga dan tumbuh-tumbuhannya ter-injak-injak oleh warga yang memperebutkan ice cream seharga Rp. 2.800,- itu. Sayang memang.

Wisnu Sakti Buana - Wakil Wali Kota Surabaya dan Ketua PDIP Surabaya -

Wisnu Sakti Buana
– Wakil Wali Kota Surabaya dan Ketua PDIP Surabaya –


Dan yang juga masih hangat masalah lain adalah tentang cita-cita mulia seorang Risma yang ingin menutup komplek Lokalisasi Dolly. Seperti semua tahu, bahwa Dolly adalah komplek pelacuran terbesar di Asia Tenggara. Tapi dengan predikat itu, Bu Risma selaku Walikota tidak bangga. Wong punya rekor tempat pelacuran masak bisa dibanggakan? Tentu tidak. Dan sedang menggagas untuk menutup lokalisasi ini dan akan dilakukan pelatihan dan pemberian pesangon untuk para penjaja cinta serta mucikarinya.
Ilustrasi : salah satu wisma di Dolly

Ilustrasi : salah satu wisma di Dolly


Tapi anehnya, Bu Risma yang berasal dari PDI-P ini, Program Penutupan Dolly ini justru juga mendapat perlawanan dari PDI-P sendiri, seperti yang diungkapkan Ketua PDI-P Surabaya Wisnu Sakti Buana. Ironisnya, Wisnu Sakti Buana adalah Wakil Bu Risma atau Wakil Wali Kota Surabaya. Secara tegas Wisnu mengatakan penolakan secara pribadi maupun partai terhadap langkah Bu Rismma yang akan menutup Lokalisasi Dolly pada tanggal 19 Juni 2014 yang akan datang.
Aquarium

Aquarium


Wisnu beralasan bahwa, meski dia mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya dibawah kendali Bu Risma ini, namun PDI-P sebagai partainya wong cilik lebih mempertahankan keberadaan Dolly, karena secara ekonomi puluhan ribu warga sudah sangat bergantung pada aktivitas di lokalisasi Dolly. Fakta itu sudah berlangsung puluhan tahun sejak Dolly ada. Hal inilah yang menjadi alasan Wisnu Sakti Buana bahwa semenjak Walikota sebelumnya yaitu Bambang DH, tidak pernah terbersit sedikitpun untuk menggusur atau menutup lokalisasi Dolly.

Sementara sebagai sesama pimpinan pemkot Surabaya, Bu Risma yang notabene juga seorang yang berasal dari PDI-P akan tetap ngotot menyulap dan mempunyai program tertentu yang akan menjadikan Dolly menjadi sentra ekonomi yang terintegrasi. Nah loo…

Gimana nih masbro mbaksis?
Sampean secara pribadi punya opini seperti apa terhadap hal ini? Monggo tuangkan di kolom komentar. Trima kasih 🙂

Pict : from Google
Artikel Terkait

Iklan

About Mas Wiro

Sedang belajar semua hal, terlebih belajar fotografi :) Baik dalam kesempatan perjalanan atau sharing dengan teman-teman... Semoga ada ilmu yang bermanfaat buat saya pribadi dan semuanya

Posted on 15 Mei 2014, in Opini and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 26 Komentar.

  1. Wahh sudah mulai ramai bawahan “menentang” atasan….susah jadinya
    http://cahyadip.wordpress.com/2014/05/15/bahasa-inggris-konstruksi-cakar-ayam/

  2. kepentingan lakik om 🙂

  3. Pajak dari dolly sama dengan gk barokah.dr ekonomis menguntungkan,dari hati gak.

  4. Mungkin nanti kalo ditutup banyak pejabat yg susah buat jajan om #ehhhh 😆

  5. lokalisasi = legalisasi zinah… baiknya ya ilegalkan saja…

  6. there’s always a first time for everything… lokalisasi sebagus apapun dan sebersih apapun letaknya, tetap namanya lokalisasi….dukung bu risma….jadi yang pertama bu!!

    Jaket RS Taichi? Sayang gak free
    http://kobayogas.com/2014/05/15/aksesoris-baru-kebanggaan-honda-honda-premium-safety-jacket/

  7. dapat jatah kali ya si wakil… seminggu sekali lahh.. boleh gratisss… ekekekek…

    http://aromarpm.com/2014/05/14/inden-yamaha-r25-hanya-25-jam/

  8. Paling Nanti solusinya ngadu Ke “Ibu” minta Petunjuk ….,
    entah gimana nasib PDI-P kl udah nga ada “ibu” , kl apa-apa selalu minta petunjuk ke Ibu …., apa seperti anak ayam yang kehilangan Induknya ???

  9. Apapun alasannya Maksiat harus dibersihkan oleh seluruh rakyat indonesia khususnya Surabaya termasuk wakil walikota hati dan pikirannya harus dibersihkan jangan hanya mikirin duit pemasukan daerah doang tapi halal tidak, hal inilah yang dibenci oleh Umat Islam dan umat beragama lainnya. Solusi untuk PSK, germonya, dan warga sekitar juga harus dipikirkan. masak otak PDI-P didukung seluruh rakyat Indonesia yang waras kalah dengan maksiat coba bpk Wakil Walikota renungkan jangan malu-maluin PDI-P lah !

  10. betul tutup wong edan tuh si wisnu maksiat di bela biar dilaknat allah generasi anak muda gimana moral ny? kayak orang gak skolah gk tau mana yang benar dan salah masa pemimpin seperti ini memalukan,,,anak kecil z tau mana yg benar dan salah

  11. KAYAKNYA KALO WISNU MINTA PETUNJUK KE SI IBU, SI IBU PASTI BILANG : ” WESLAH SAMPEYAN ITU BAWAHAN HARUS MANUT ATASAN ” OJO NEKO2 ORANG AKU AJA RA POPO…

  1. Ping-balik: Menurut Walikota Surabaya : Kebijakan Kartu Jokowi Memboroskan Anggaran | WIRO NyöbaMôtö

Monggo Opini-nya Bro Sis, Bebas & Sopan Aja :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: