Matteo Guerinoni : Ducati Pindah Adalah Akal-akalan Dorna Sports. Nah Loo!!!

Matteo Guerinoni 1
BroSis semua…
Beberapa hari ini kita masih disibukkan dengan perang opini yang bersumber dari keputusan Ducati yang turun kasta. Dari factory class menjadi peserta open class. Bahkan opini ini melebar kesemua orang termasuk blog dengan masing-masing asumsi liar yang mereka pahami. Saya sendiri seperti langkah sebelumnya tidak berani ber-opini selain justru memasukkan informasi sebanyak mungkin untuk menambah pengetahuan. Dan yang menarik adalah pendapatnya Matteo Guerinoni. Tau kan sama Cak Matt ini? Yang biasa kasih komen motoGP di Trans7 itu lho. Pingin tau? Yok simak…

Paddock Ducati di Philips Island Australia
Keputusan Ducati Corse yang saat ini dibawah kendali Gigi Dall’igna selaku General Manager pada tim ini bagi sebagian orang memang membuat bertanya-tanya. Bahkan tak sedikit yang pro maupun kontra. Mbah Dukun Indobikermags.com bakan secara terang-terangan mengatakan bahwa ini adalah bagian dari ulah Mafioso. Hahaha… Mainnya rapi lah kalau mafioso, sementara yang banyak kita kenal kan preman pasar…ya awur-awuran caranya. 😀
Matteo Guerinoni 3
Kembali ke Matteo Guerinoni, pebalap gaek ini menyatakan “turun derajatnya” Ducati banyak disayangkan banyak orang termasuk user Ducati. Tapi bagaimanapun Ducati juga pingin menang, makanya dia turun derajat hanya sekedar pingin mudah dengan syarat yang tidak sulit. Karena secara manufaktur, pabrikan Italia itu sudah sulit menyamai pabrikan Jepang dalam hal ini Honda dan Yamaha yang silih ganti berprestasi. Sehingga melalui hasil rekayasa CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta, meramu kemasan MotoGP agar lebih menarik.

“Menurut saya Ezpeleta itu pintar sekali, dia ingin memecah dominasi tim pabrikan sekaligus membuka peluang lebih banyak tim masuk ke MotoGP lewat kelas ‘open’, dan itu memang akan terjadi,” terang mantan juara nasional superbike 2010 itu kepada KompasOtomotif, di Jakarta, Kamis (6/3/2014).

Bahkan Matteo menambahkan, turun derajatnya Ducati jelas tidak mungkin tanpa embel-embel profit dari Dorna. Meski tidak diperkenankan mengutak-atik ECU tapi korelasi adanya penggunaan ECU Magneti Marelli yang dipakai oleh seluruh tim Open Class, mengindikasikan bahwa sesungguhnya memang ada “permainan” keduanya. Sehingga Ezpelata serius mau pecahkan dominasi, tidak mungkin Ducati pindah tanpa dijanjikan sesuatu oleh Dorna untuk membantu Ducati menyamai Honda dan Yamaha,” ungkap rider Ducati di gelaran Indospeed Race series 2011 kelas Supersport 600 cc itu.
Matteo Guerinoni 2
Jadi sudah jelaskan masbro mbaksis…
Bahwasanya Ducati benar-benar beruntung dengan regulasi Open Class. Mesin lebih banyak yaitu 12 mesin (factory cuman 5), meski ECU seragam, tapi kan “ECU sendiri” 😀 , dan selama perjalanan masih bisa mengembangkan mesin (semantara factory tidak boleh). Bahan bakar lebih banyak 4 liter dibanding factory tim dan yang juga berpengaruh adalah kompon ban yang berbeda dibanding punya factory. Dan semua hal ini dikabarkan bisa memangkas waktu hingga 0,5 detik. WOW…gagah tenan to?
Matteo Guerinoni 5
Masih menurut Matteo “Ducati sudah ketinggalan teknologi dari Honda dan Yamaha. Perlu biaya sangat besar untuk mengembangkan ECU dan elektronik. Tim lain tidak punya dana investasi seperti kedua pabrikan Jepang tersebut untuk menjadi juara. Ducati memang lebih baik pindah”. Dengan demikian nanti di Open Class tahun 2015 akan ada Suzuki dan 2016 akan ada Aprilla. Next…MV Agusta dan BMW juga mungkin bergabung 😀
Lhaa…jelas kan masbro, nggak semuanya tampak seperti yang kita lihat. Ada beberapa hal yang sudah disusupi Mafioso kalau nurut mbah Dukun dan ini semua adalah “permainan” bila menurut Matteo. Dan ksatria-ksatria Jepang akan berperang melawan nya di sirkus yang disebut Sirkuit :mrgreen:
Monggo tambahan infonya di kolom komentar 🙂
Yakuza versus Mafia

Pict : from Google
Related Posts

About Mas Wiro

Sedang belajar semua hal, terlebih belajar fotografi :) Baik dalam kesempatan perjalanan atau sharing dengan teman-teman... Semoga ada ilmu yang bermanfaat buat saya pribadi dan semuanya

Posted on 7 Maret 2014, in motoGP and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 34 Komentar.

  1. walah….

    oleh pera1 ra ki

  2. dorna terpengaruh berni di F1.
    memang kalo tidak ada regulasi mendasar, F1 tidak akan semenarik sekarang.

  3. tidak sumbut dg image Ducati yg motorkentjang …. dan gak pernah menang = image ancur

  4. ecu open class semakin keandroid2an

    Perang Selanjutnya: Next Mono Naked VS Next CB 250 😀
    http://rezaholic.wordpress.com/2014/03/07/next-z250-single-vs-next-cb250-ganteng-mana-nih/

  5. Isek rodok mumet regulasi tjap akal-akalan magneti marelli :mrgreen:

Monggo Opini-nya Bro Sis, Bebas & Sopan Aja :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: