Repsol Honda Cabut Dari MotoGP Bila Terlalu Banyak Campur Tangan Dorna

Pembalap Tim Repsol Honda -Dani Pedrosa & Marc Marquez-

Pembalap Tim Repsol Honda
-Dani Pedrosa & Marc Marquez-


Masbro mbaksis dan nawak-nawak saya sekalian…
Repsol Honda selaku tim dengan HRC selaku pem-back-up segala sesuatunya sedikit terusik. Karena kabarnya campur tangan Dorna selaku yang mempunyai sirkus balapan sirkuit paling tersohor di muka bumi akan menerapkan aturan cenderung ekstrim. Aturan terlalu kaku-lah yang menyebabkan tim yang barusan mendapatkan triple crown di bawah komando Suhei Nakamoto selaku Vice President HRC gerah…

- Suhei Nakamoto - Vice President HRC

– Suhei Nakamoto –
Vice President HRC


Bagaimana tidak, tahun 2016 yang akan datang kabarnya Dorna akan menerapkan aturan yang membuat semakin sempit celah perbedaan diantara tim. Dengan alasan safety Dorna akan menerapkan ECU untuk balap motoGP. Saat ini memang ECU diterapkan buat tim “bawah” yaitu, tim CRT dan Open Class. Sebagai tim yang cukup lama makan asam garam balap resmi sirkuit, maka tim Repsol Honda langsung bereaksi keras melalui komandan balapnya. Suhei Nakamoto bahkan mengancam mundur bilamana Dorna tetap melaksanakan kebijakan ini.

“Jika MotoGP menerapkan control ECU, dipastikan 99% Honda akan pergi. Alasan mengapa Honda terus fokus ke balapan Grand Prix, adalah karena kami butuh mengembangkan teknologi. Faktanya, kami menilai MotoGP merupakan ajang yang terbaik untuk menguji teknologi,” ujar Nakamoto
“Jika hal itu dihilangkan, maka Honda juga kehilangan alasan – yang mendasar – sebagai pembenaran kami menghabiskan semua dana kami. Posisi Honda (yang bertentangan) bukan hal baru, saya sudah bilang beberapa kali dan itu bukan lelucon. Jika Carmelo Ezpeleta (bos Dorna) bertujuan menyetop pengembangan, maka tak ada alasan buat pabrikan seperti Honda terus berpartisipasi dalam balapan di MotoGP,” tambahnya….

Repsol Ancam Hengkang dari motoGP

Repsol Ancam Hengkang dari motoGP


Tentunya banyak alasan lain yang mendasari hal ini. Bahkan bila kita ingat Casey Stoner, salah satu pembalap yang terdaftar sebagai pembalap legendaris, juga mengundurkan diri dari balap motoGP ini karena salah satunya terlalu direpotkan oleh banyak aturan yang disebut terlalu mengada-ada. Semakin diatur dan mengada-ada…CMIIW. Hal ini yang sering disayangkan banyak pihak…

Meski penerapan keseragaman ECU masih akan diberlakukan pada 2016, tapi ancaman HRC pastilah bukan tanpa dasar. So…gimana nurut sampean masbro mbaksis? Monggo opininya di kolom komentar 🙂

pict : from Google
Related Posts

About Mas Wiro

Sedang belajar semua hal, terlebih belajar fotografi :) Baik dalam kesempatan perjalanan atau sharing dengan teman-teman... Semoga ada ilmu yang bermanfaat buat saya pribadi dan semuanya

Posted on 22 Desember 2013, in motoGP and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 26 Komentar.

  1. ECU sama? mending balapan diatas dynotest aja …

Monggo Opini-nya Bro Sis, Bebas & Sopan Aja :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: