Kontroversi Si Dul Sebenarnya Terjadi Setiap Hari

image

Abdul Qodir Jaelani, dalam kabin mobil

Beberapa hari lalu, kita melihat dan mendengar kabar dari semua media, baik elektronik maupun cetak. Pun beberapa blogger juga mengangkat masalah ini. Trus apa sih menariknya sehingga ramai-ramai mengangkat topik ini? Yupz…ya karena selain menarik juga pantas untuk di bahas. Intinya adalah ramainya tanggapan dan opini beserta komentar-komentar dengan sudut pandang masing- masing. Benarkah Dul 100% salah? Apakah hanya Dul yang salah? Yuk mencoba mengingat apa saja yang mirip kasus ini.

image

Tanpa helm, berani di jalan raya

Dalam banyak hal sering apa yang terjadi pada Dul juga jelas-jelas banyak terjadi di sekitar kita. Pembedanya hanya satu, karena Dul artis dan orang tuanya kebetulan juga artis serta termasuk sukses. Level kejadian otomatis lebih besar selain kontroversinya. Mengapa? Anak usia 13 tahun yang notabene pelajar SMP sudah mengendarai mobil mahal dan berada di jalan tol. Dalam beberapa hal sebenarnya ada juga di sekirar kita…meski tidak se-level Dul.

image

Tanpa helm berboncengan tiga

Pemotor dari pelajar tidak hanya anak SMA. Bahkan dari SMP dan SD !!! Dan ini justru di perbolehkan oleh orang tua. Dengan segala alasan kesibukan, anak SD dan SMP cukup mudah untuk bisa wira-wiri naik motor. Matic utamanya… Mereka disuruh beli keperluan ringan orang tuanya. Seperti keperluan dapur ibu, beli rokok untuk bapak, bahkan mengantar adiknya. Wuihhh… Dalam pandangan saya tidak ada bedanya hal seperti ini. Sama-sama berbahaya!

image

Kebut-kebutan di jalan

Dalam contoh lain, jaman sekarang tidak hanya mahasiswa yang pegang hp. Anak SMA, SMP bahkan SD sudah “dibekali” hp. Beberapa diantaranya justru menggunakan smartphone…yang sudah include paket data. Jelas mereka bisa akses apa saja yang mereka inginkan. Baik secara individu atau rame-rame bersama teman-teman. Alasan orangtua membekali handphone pun beberapa malah terlihat sebagai bentuk pembenaran. Agar mudah di cek saat di sekolah, saat minta dijemput pulang sekolah, untuk ijin saat bermain, dan lain sebagainya.

image

Mobil Dul yang hancur

Trus gimana menurut bro-bra nawak-nawak sekalian terhadap fenomena macam ini?
Bukankah semua berbahaya? Walau dalam level yang berbeda. Atau kita memang mudah menyalahkan orang lain, padahal kita juga melakukan hal yang “relatif” sama?
Monggo…itu adalah fakta di sekitar kita (saya). Karena segala penyesalan memang selalu datang terakhir, bukan di depan.

Pict : dari google

Sent from WiroDroid for WordPress

About Mas Wiro

Sedang belajar semua hal, terlebih belajar fotografi :) Baik dalam kesempatan perjalanan atau sharing dengan teman-teman... Semoga ada ilmu yang bermanfaat buat saya pribadi dan semuanya

Posted on 13 September 2013, in Pro-Kontra, Safety Riding and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 14 Komentar.

  1. Dia trigger bagi kita, untuk mengambil hikmahnya 🙂

  2. harapan orang tua sih memanjakan anaknya masbro biar ga dikatain sama teman2nya
    tapi apa daya usia dan mental yg kadang2 belum mencukupi dan membuat hal2 tersebut justru berbahaya diusianya…… dan juga dg usia segitu kadang2 masih belum bisa bertanggung jawab atas aksinya
    #lirik cak tarom yg di srondol libom gara2 menghindari anak sekolah yg melawan arus di jalan 1 arah 😦

  3. Lha dari ngomongin bocah cilik belum layak berkendara kok ke penggunaan smartphone? Hubungannya gimana? Yang jelas sebagai ortu hukumnya wajib membimbing anak ke arah yang benar, nyuruh anak naik motor padahal belum cukup umur dan tanpa SIM apalagi buat beli rokok di warung jelas-jelas dosa besar ya tinggal dipertanggungjawabkan di depan hukum dan akherat.

    • Maksud saya…
      Ortu sama2 memberi kesempatan pada anak yang seharusnya belum saatnya…

      Baik si Dul, baik belanja bermotor, maupun penggunaan smartphone (disini saya menyoroti mudhorotnya lbh banyak)

  4. karena jamanisasi sudah mulai berubah… maka timbullah gejala seperti disebutkan diatas.hehehehe….

  5. malu aku malu …pada semut merah…

Monggo Opini-nya Bro Sis, Bebas & Sopan Aja :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: