Bawa Jas Hujan Kamu Kemana Saja :)

image

Jas Hujan stelan

Beberapa hari ini kita masih dalam rangka suka cita dalam suasana lebaran. Sehingga selain bersama keluarga dan handai taulan saya juga menyempatkan berkumpul dan silaturrahim dengan beberapa teman semasa sekolah dan kuliah dulu. Karena sebagai teman yang relatif tetap di kota Malang, saya yang mengambil inisiatif untuk mendatangi nawak-nawak terutama yang datang dari luar Jawa Timur.

image

Jas hujan model ponco

Dari semua alat yang saya selalu bawa selain kamera 🙂 adalah jas hujan. Pelindung hujan ini bahkan kadang saya membawa dua model sekaligus. Baik berupa stelan maupun yang ponco. Selain membagi waktu dan jarak saya juga tetap harus menjaga stamina dan kesehatan. Itu sangat utama…
Apalagi beberapa hari ini suhu kota Malang lumayan ekstrim. Dingin seperti beberapa belas tahun yang lalu 😀

Trus, apa kaitannya jas hujan dan dinginnya kota Malang? Ya ini yang saya rasakan sendiri…bahwa saat pulang dari silaturrahim di sekitar Bululawang jam 11 malam masih harus pulang ke Singosari dengan jarak tempuh skitar 20 kilo meter. Sejak dari meter-meter awal sebenarnya telah terasa dingin yang menusuk, apalagi saya tidak siap dengan jaket untuk riding malam, karena memang tidak persiapan sampai malam hari. Sampai pada titik saya benar-benar tidak kuat. Setelah berpikir keras bagaimana harus menahan dingin, di depan RST Soepraoen saya menepi karena mendapat ide. Buka jok, ambil jas hujan setelan, saya pakai baian atas saja. Siap…jalan. Saya coba jalan 70-80km/jam ternyata nyaman. Tidak kedinginan seperti beberapa kilometer tadi walaupun cuman di kecepatan 30-40km/jam. WOW…
Masalah terselesaikan…
Bisa ngebut ke rumah lebih cepat.
╔═╦╦╦╦╦╦╗
║╚╣║║║║║║
╠╗║║╔╬╬╬╣
╚═╩╩╝╚╩╩╝.
Ini tambah pengalaman saya lebaran kali ini. Bahwa jas hujan selain untuk menahan air hujan, juga bermanfaat sekali menahan dingin 😀 Jadi bawa terus jas hujan kamu bro…
Gimana? Ada pengalaman serupa atau yang lain masbro?

About Mas Wiro

Sedang belajar semua hal, terlebih belajar fotografi :) Baik dalam kesempatan perjalanan atau sharing dengan teman-teman... Semoga ada ilmu yang bermanfaat buat saya pribadi dan semuanya

Posted on 13 Agustus 2013, in Tips & Trik and tagged , , , . Bookmark the permalink. 29 Komentar.

  1. tidak tembus air dan angin

  2. Hmmm kalau di Jakarta sepertinya biker yg bawa jas/mantel hujan cuma sedikit, lebih milih neduh di kolong jembatan, halte, flyover atau dimana bisa biarpun motornya akhirnya bikin macet…..

  3. aq bawa ponco sama yang bentuk baju 😀

  4. Nggolek boncenger sing anget mas

  5. cocok mas,aku juga uda pernah gitu.terakhir semalam pas arus balik dr purworejo,dari madiun g tahan dinginnya,pas pke jas ujan,alhmd uda g begitu dingin

    • ╔══╦═╦═╦══╦═╦═╗
      ║║║║║║║╠╗╔╣║║║║
      ║║║║╦║║║║║║╦║╔╝
      ╚╩╩╩╩╩╩╝╚╝╚╩╩╝
      Jarak jauh tuh…
      Aq cuman berapa kilometer saja

  6. Ta kira hujan mbah

Monggo Opini-nya Bro Sis, Bebas & Sopan Aja :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: