Mengapa tanpa helm “tampak” dibiarkan saja

Victory Lap, tanpa helm 😦


Terhenyak, saat saya menyaksikan race 110cc pemula pada gelaran Grand Final Yamaha Cup Race di Stadion Kanjuruhan Malang hari minggu kemarin. Betapa tidak, saat start, berjalannya race, kecelakaan pada lap ke-4 atau ke-5 (CMIIW) sampai finish masih seneng saja melihat. Lha pas finish, trus sang juara melakukan victory lap, baru ada sedikit rasa nggak suka terhadap gelaran road race kali ini. Mengapa? Yaaa…saya kaget dengan jagoan ini. Enak saja do’i membawa bendera start dan melakukan victory lap TANPA HELM!!! Memang mengapa kalo tanpa helm? Mungkin nawak2 pada bertanya. Lha iyo…tadi saat saya liat di free-style juga nggak ada yang pake helm. Lha kok ini pas usai balapan juga nggak pake helm. Apa maksudnya? Kok “seperti” dibiarkan?

Ini juga sudah sakti 🙂


Oke…sebelumya mohon cek catatan saya yang lawas tentang ini :

U Mild Fest Track di Juanda Surabaya

Di kegiatan yang di dukung penuh oleh sebuah brand rokok plus motor india berlogo kuda lari, justru semuanya malah menggunakan alat pelindung. Minimal helm! Bahkan beberapa peserta menggunakan knee and elbow protector. Jadi nggak ada yang polosan, trus peserta nlonyor ke tempat acara. Saya nonton disana bersama Mas Haji Taufik, pak Stephen Langitan, bro Jayadi GilaMotor, bro Mario Devan, bro Darmawan and bro Erik Onthel, dll. Sabtu malam dan minggu pagi sampai sore disana. Para free-styler pake yang namanya pelindung. Disebelah juga ada drag-bike, juga pake pelindung. Lha kok minggu ini aneh…

Atraksi maut 🙂


Herannya…lha kok orang tuanya, tim balapnya trus panitianya membiarkan saja. Sungguh sangat disayangkan. Lha wong yang nonton mulai anak kecil sampai orang gede. Kan menjadi contoh yang tidak baik. NIRU sing KLIRU, TONTONAN jadi TUNTUNAN. Eman pol. Tidak ada filter sama sekali untuk mereka yang dibawah usia, yang belum bisa berpikir mana yang tepat dan benar, asal meniru apa yang dilihat. Ini parah…dan pada saatnya hanya akan membuat/membentuk ALAY-ALAY baru dijalanan. Mereka berfikir bahwa contoh dilapangan yang mereka lihat, ya seperti itu. Maka sia-sialah banner, poster, spanduk himbauan agar seluruh pengguna jalan (dalam hal ini pemotor) menggunakan pelindung (helm:red) dan segala kampanye safety riding.

Debus era modern :mrgreen:


Seandainya, saat itu masuk untuk nonton “melibatkan” tiket, saya yakin akan ada sedikit filter. Setidaknya anak dibawah SMA akan bepikir ulang untuk masuk dan nonton. Tapi ini disebuah Negara yang sangat demen sama yang namanya gratis, maka ya semacam itu kejadiannya. Berbondong-bondong anak yang mungkin sunat aja belum, tapi sudah bebas nonton race seperti ini 😦 Dadi opo lek bayek-bayek podo nyonto, trus ngebut ndik embong (Jadi apa kalau anak-anak kecil mencontoh, trus ngebut di jalan). Apalagi kalau semua, pulang nonton road race merasa seperti pembalap. Mainin gas asal-asalan, ngebut gak karuan dan zig-zag yang mencemaskan. Dan itu pasti terjadi! Bahkan sempat diangkat artikel oleh bro Darmawan disini.
Saya sendiri sekedar ingin, kita bersama bisa lebih baik. Siapapun itu pelaksana lombanya. Setidaknya semacam gedung bioskop. Pada film-film tertentu, dibatasi untuk dewasa atau 17tahun keatas. Dengan demikian, akan ada batasan dan dengan sendirinya penonton yang “diluar kualifikasi” akan mundur teratur. Itu yang seyogyanya kita lakukan bersama. Saya sendiri belajar untuk tidak pernah meninggalkan helm saat berkendara. Dan insya Allah 85% lebih selama diatas jok motor, pasti pake helm. Bahkan ketika bekerja, saat makan siang pergi ke warung sekalipun yang jaraknya tidak ada setengah kilometer sekalipun saya tetap menggunakan helm, walaupun teman saya yang lain tidak!
Itu yang ingin saya sampaikan, entah sok idealis atau apa, tapi sekedar pingin mengingatkan saya sendiri untuk berlaku lebih baik, utamanya di jalan raya. 😀

Tungguuuuu…

Ini ada bonus…juga nggak pakai helm.
Tapi nggak di jalan raya or circuit sih :mrgreen:

Juga tanpa helm :mrgreen:

note: Semua foto milik sendiri kecuali paling bawah milik TMCBlog

About Mas Wiro

Sedang belajar semua hal, terlebih belajar fotografi :) Baik dalam kesempatan perjalanan atau sharing dengan teman-teman... Semoga ada ilmu yang bermanfaat buat saya pribadi dan semuanya

Posted on 14 Desember 2011, in Final Road Race, Helm, Safety Riding, Stadion Kanjuruhan Malang and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 47 Komentar.

  1. waahhh,,,gemblung kui sing g pake helm!!sing ngisor ura ding :mrgreen:

  2. wakakakakak….biange blogger kenek sentil sisan hauahahahha

  3. kudu nyontoh MotoGP kui.
    Lha wong alm. SuperSic ngerayain juara dunia di sepang, victory lap gak pake helm langsung didenda tanpa ampun..
    Kudu teges panitiane.

  4. walah……
    om topik juga kena

    kalo om topik iku ono alesan’e om
    le’ gawe helm
    engkok dikira pedrosa :mrgreen:

  5. wow..seng ngisor dewe.. 🙂

  6. kenapa karyawan di pabrik mau memakai APD setiap harinya saat bekerja, sedang di jalanan banyak pengguna motor yang minimal kon*** eh helm saja tidak pakai?
    tanya kenapaaaa…??? 🙂

    *APD = alat pelindung diri

    • Itulah yang juga menjadi alasan saya bertanya
      Saya tahun 94-96 kerja di Proyek Hotel Sahid, juga
      harus menggunakan helm pengaman untuk proyek

      Lha ini, di jalan atau di sirkuit kok malah tanpa pelindung?
      Sangat emannnn 😦

  7. Dipikirnya udah aman, victory lap thok…salah gan!
    Dulu di pemalang ada roadrace yg diadain Polres. pas victory lap & pemenang keliling bw chequered flag tnp helm, tau2 bendera nyangkut di sproket & jatuh. sialnya lg jatuh didepan Kapolres yg saat itu kebetulan paman saya.
    Langsung dibentak, “GOBLOK!!!, KAMU ITU PEMBALAP KACANGAN BARU MENANG DISINI AJA UDAH BERANI GAK PAKE HELM!!!”
    wkwkwkwkwk…nggak tau sih, apa kebiasaan mbentak orang gak pake helm sampe kebawa2 di event. yg jelas emang harusnya tetep pake sih :mrgreen:

    • Setuju masbro…
      Bukan masalah mbentak…
      Tapi niat seluruh yang terlibat, baik pembalap, orang tuanya
      (juaranya pemula umur 14tahun itu), tim dan penyelenggara.
      Balap n ngebut di sirkuit boléh, tapi tetep paké hélm, walau
      sudah jadi jawara 🙂

  8. kan gak ana polisi pak
    ada polisipun sebagai jaga keamanan, bukan lagi operasi tilangan… 😦

    • hahaha…
      bukan masalah ada polisi or tidak masbro
      kalau pabrik rokok n APM kecil bisa bikin
      aturan yg sip untuk acaranya…masak H, Y
      S, K nggak bisa buat gitu kalo punya acara

      Brarti cuman slogan doang dong…septi-riding

  9. analisa ngawur ane :

    1. penemang road race : biar terkenal, kan kelihatan muka’ne :mrgreen:
    2. freestyler : sepertinya tuntutan sponsor, karena semua freestyler pakai topi & kaos merk ban F*R :devil:

    berarti seng geblek kui panitia & sponsor’e
    *opo neh ditambah kasus foto kera2 BRAM yg mlebu Radar Malang :capedeeehhh:

    • hadeh salah gawe nick name :mrgreen:

    • Kalau pingin terlihat mukanya…
      Justru berdiri di podium adalah tempat paling maksimal
      Banyak sorotan kaméra mengarah disana…dibanding
      dilintasan malah nggak maksimal…tenan iki 🙂
      Sponsor-nya yang perlu belajar maneh :mrgreen:

      Ya moga² nggak terulang kejadian yg masuk
      Radar Malang 😀

  10. Biasalah,om…kalau pakai Helm…g kliatan gantengnya kali….
    lagian, wong orang-orang Indonesia ini sakti-sakti kok…
    HELM+SIM+STNK,dsb. DIPAKAI UNTUK PENCEGAHAN TILANG POLISI!!
    BUKAN untuk SAFETY!!Sulit emangnya, buat negasin hal ini….
    *wong aparat ae malah ngajari g bener….CEKIDOT!!:
    http://archive.kaskus.us/thread/2998188

  11. Safety Riding atau apalah namanya oleh ATPM tidak lebih dari sekedar Tools of Marketing

  12. safety can be fun….

    Hayo… Masih ada aja….
    Kepala lebih keras dari aspal…

  13. Mercon C a.k.a Mercon Mretelli

    bosen ngelihat yang pake helm, sekali-sekali yang tanpa helm donk

  14. yang paling bawah free styler juga y, xixixixixixixixi

  15. setuju dengan omboss.. yang lebih menyayat hati adalah mereka yang ‘belajar’ dari apa yang mereka liat dari alay2 bukan hanya terngiang secara sadar, tapi memasuki alam bawah sadar dan dianggap biasa. Ngga aneh kalo di jalan banyak yg kelakuannya bikin pengen nabok..

  16. ben ketok ‘dapurane’ :mrgreen:

  17. wkwkwkkwwk, aku kena spaysot
    *kamplangisisan :mrgreen:

  18. foto yg terakhir gak kuattttt…bisa aja mas wiro. lanjutttgannn

  19. Hehehe… bonus-nya kang tmc toh…

    Nggilani tenan cak,,,, 😀

  20. Harusnya ada ketegasan dari pihak penyelenggara road race. Kalau bisa potong poin si pemenang yang tak memakai helm tersebut. Berkaca pada gelaran motogp, lorenzo selebrasi nyemplung kolam aja pake helm kok……

Monggo Opini-nya Bro Sis, Bebas & Sopan Aja :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: