Nyoba ke Malaysia_part two

Bandara LCCT


Lhaaa…mendarat nih di LCCT. Begitu turun sambil antri ke toilet dan mengaktifkan handphone² untuk search network mitra roaming, mulai senyum² baca tulisan-tulisan di bandara tersebut. Ya untuk kita mungkin aneh. Saya yakin demikian juga ketika orang Malaysia datang ke Indonesia. Entah di Sukarno Hatta atau di Juanda, dan lainnya. Kita diperiksa petugas imigresen dengan menunjukkan paspor. Setelah itu ambil bagasi sekalian jepret² tulisan aneh. Langsung juga ketemu booth dari operator² lokal Malaysia. Waaa…kok sama persis ya??? Operator merah disini sama merahnya dengan MAXIS. Trus operator kuning sama dengan DIGI. Sementara operator biru sama dengan CELCOM. Apa ada kesepakatan diantara mereka??? Wallahua’lam lahh… 🙂

Ketibaan Antara bangsa 🙂


Terus berjalan keluar bandara, sambil sesekali menunggu teman yang menukarkan uang Rupiah dan Dolar mereka ke Ringgit Malaysia. Aku sendiri sudah ke money changer di Malang 😀 Terkagum-kagum akan bersihnya bandara sana, sampai kaget kalau ada yang manggil², “…Yamaha…Yamaha…” demikian suara pak cik, yang aslinya bernama Rashid ini. Ya, kita ternyata sudah ditunggu, setelah lengkap akhirnya “digiring” menuju BAS PERSIARAN (bus pariwisata). Rombongan yang berjumlah 50 orang itu dibagi dalam 2 bus. Lega bener dah busnya, apalagi seat-nya 1-2, nggak 2-2 apalagi 2-3. Hahaha…

From Yamaha n Friends


Meluncur melalui ruas jalan yang relatif lancar, mr Rashid aka pak cik mulai beraksi. Beliau menjelaskan apa saja untuk kepentingan kita. Mulai pengetahuan umum tentang Malaysia, bahasa atau kata yang mempunyai arti “sangat beda”, tempat-tempat tertentu dan utamanya tentang kebanggaan Malaysia. Termasuk Stadion Bukit Jalil tempat pertandingan AFF dimana Tim Garuda Indonesia sempat bentrok dengan tim Malaysia. Berikutnya adalah Istana Negara tempat Yang Dipertuan Agung ke 13. Raja Malaysia ini dipilih salah satu Sultan dari 9 Sultan yang ada.

Tiang Bendera tertinggi di dunia


Selanjutnya 10 menit kemudian sampai di Tugu Pahlawan yang monumennya mirip dengan Iwo Jima di Washington DC. Usai berhenti di Masjid Negara. Sayang nggak sempat sholat Ashar disitu. Akhirnya ya ntar di Jamak’. Tempat berikutnya adalah tempat bendera tertinggi di dunia. Waduhhh… Iso ae bikin ikon nih Malaysia. Jadi tiang bendera ini setinggi 100meter. Lupa namanya apa 😦 Tempat yg dikunjungi berikutnya adalah tempat coklat Berleys. Konon coklatnya enak dan sipnya lagi (kalo kita beli) nggak bakalan leleh, selama perjalanan. Katanya beda dengan yang biasa kita makan. Halahhh…pingin bukti? Ya terpaksa beli, meski cukup “terasa” harganya. Gila dahhh… 😦 Selain beli kita juga nyoba rasa coklat yang lain. Paling suka coklat rasa durian. Lebih suka lagi coklat yang rasa….RASA-H MBAYARRR… alias cuman nyobain keliling semua coklat produksi situ. Saking terkenalnya, sampe nggak boleh difoto. Huhh…

Federal Hotel


Check in ke Federal Hotel saat hampir sholat maghrib. Semua peserta bongkar muatan dari bagasi bus yang nyaman itu. Setelah menerima “kunci” kamar, dan aku milih “temen bubuk” kita masuk ke kamar untuk mandi n sholat maghrib. Rasa capek naik turun bis dan mampir² ketempat yang disinggahi agak berkurang setelah mandi air anget. 🙂 Lego pol pokoknya. Istirahat sejenak sambil udal-udal bawaan untuk mulai digelar. Baik snack, laptop, lensa, speaker, charger, kabel roll, dll. Mempersiapkan segala sesuatunya untuk esok harinya saat ke Sirkuit Sepang dgn powerfull. 🙂

Menara KL


Jam 8 malam kita ditunggu di lobby untuk dinner (halahh…sok enggrezz). Sebenarnya bagi-ku pribadi yang namanya makan malam ya biasa saja. Istimewanya pasti kalo makanan tersebut adalah kesukaan kita. Wong aku makan dimana aja, utamanya lalapan di pinggir jalan, fast food tertentu, sate or laine wis seneng pol. Mungkin karena ini di LN kali ada perasaan agak gimana gitu. 2 bas persiaran membawa rombongan Yamaha Jatim ke tempat makan malam di Menara Kuala Lumpur (Menara KL). Konon ini adalah restaurant tertinggi di dunia. Setinggi 300meter. Busyet dah…makan aja di ketinggian segitu. Tapi bukan makanannya yang bikin aku kagum, melainkan makan di tempat sangat tinggi, posisinya bisa berputar 360derajat lagi. Bagian atas Menara KL terbagi beberapa lantai. Jadi ketika di samping kita ada Twin Tower Petronas, kita tinggal makan beberapa sendok Twin Tower itu “hilang”. Bergeser!!! Demikian juga live musik yang disuguhkan. Pertama-tama di depan kita, lalu bisa berpindah, dengan demikian semua kebagian-lah…

Survival Kit, buat ke Sirkuit 🙂


Setelah kenyang (karena sampai second round dan third round), akhirnya rombongan kembali ke hotel. Saya sendiri panik setelah ingat, dimana paspor saya…nyari2 mumet baru malem ketemu. Tak masukkan di tas laptop ternyata 😦 . Mau nyusul temen yang masih muter-muter males, akhirnya liat tivi sama persiapan tidur aja wis…

Glodhaghh…
Ng*-ROCK

Pict : Semua Dok Pribadi, kecuali Menara KL ambil dari internet 🙂

About Mas Wiro

Sedang belajar semua hal, terlebih belajar fotografi :) Baik dalam kesempatan perjalanan atau sharing dengan teman-teman... Semoga ada ilmu yang bermanfaat buat saya pribadi dan semuanya

Posted on 1 November 2011, in Malaysia, Yamaha and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 38 Komentar.

  1. aseekkkk… pertamaxx..
    bener2 pengalaman yg menyenangkan pak cik…
    tapi ati2 kalo senyum2 sendiri. ntar dikira “sesuatu” sama orang sana lho..
    😀

  2. walach, pak cik udah pulang dari malasye…rupanye…!!

  3. Tambah keren

  4. waduh, sampe 3 ronde lek embuh 😆 😆 😆
    MANTAB atok…

  5. naik lift menara kl nya bikin kaget mesti…
    300 meter cuma beberapa detik… 😀

  6. Mangstaaaaabph..

  7. tumben gak pakai topi sayap mengepak :mrgreen:

  8. mantap om….

    malaysia juga lingkungannya bersih banget ya,,,..

    • Bener bro…
      Itu nanti cerita di bagian tiga dan terakhir…
      Apa saja kekaguman saya di Malaysia
      (meski ada sedikit mangkel ke m-ALAY-sia)

      • iyo sing dipinggiran yo podo paling :p

      • @RiderTua
        Nggak lahhh…
        disana, meskipun belum seketat Singapura, ternyata
        kondisinya jauh lebih bersih…yakin sudah aq kalo
        sekedar dibanding Jakarta atau Surabaya…suér

        Enté mrono-o talah
        Opo manéh merokok sembarangan…siap² kena denda
        Aq santé saja…kan nggak meroko sejak 2004. Wis
        kadung tuwuk rokok’an mulai 1984 😦

  9. jos pak wiro… Mantab, negeri jiran…
    Melu pak… Lek nang kunu maneh… Akuh paling adoh nang indonesia…

  10. nasi punel ono pak cik…tuh sinden nyayi opo… ?

    • hahaha…
      Nasi punel nggak ada, adanya ya sajian² gitu itu
      btw, dr beberapa lagu, ada lagu Indonesia-nya juga
      yang dibawakan…mungkin dipersiapkan karena yg
      makan adalah orang Indonesia 🙂

  11. nonton gp RASA-h MABAYAR yo enak kang

  1. Ping-balik: Kirim paket motor via herona express ( tak ada biaya tambahan untuk top Box) « Azizyhoree's Blog

Monggo Opini-nya Bro Sis, Bebas & Sopan Aja :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: